Kecenderungan Adaptasi Live Action Dari Anime Selalu Gagal Di Pasaran

By | January 27, 2020

Dalam industri perfilman kecenderungan adaptasi live action dari anime seringkali membuahkan hasil buruk. Harapan yang begitu tinggi dari adaptasi live action ini memang sangat besar. Tapi terkadang harapan itu tidak bisa begitu saja terwujud. Pasalnya adaptasi karakter didalam sebuah anime ke live action tidak semudah yang dipikirkan. Terutama style atau gaya dari setiap karakter didalam anime memang sulit untuk dicontoh.

Beberapa dekade ini studio film internasional sudah banyak merilis adaptasi live action anime. Tapi tampaknya hasil yang diberikan tidak sesuai dengan harapan. Bahkan beberapa hasil produksinya dianggap sebagai adaptasi anime terburuk sepanjang masa.

Bagi para fans kecenderungan adaptasi live action dari anime sudah seperti virus yang paling ditakuti. Tapi masih banyak juga adaptasi anime yang ternyata membuahkan hasil baik. Bagi sahabat yang penasaran adaptasi live action apa saja yang ternyata gagal dipasaran. Berikut adalah list live action anime yang kurang laku dipasaran industry perfilman.

7 Movie Yang Memiliki kecenderungan Adaptasi Live Action Dari Anime Tapi Buruk

Bagi para fans berat sebuah serial anime mungkin kabar atau adanya live action merupakan berita gembira. Tapi sayangnya realita memang selalu menyisakan beberapa penyesalan. Seperti film adaptasi anime yang sudah diproduksi ini. Sebab bukannya tenar malah mendapatkan kritik keras dari kritikus maupun para fansnya.

Adaptasi Live Action Shingeki no Kyojin

Urutan pertama dari kecenderungan adaptasi live action dari anime yang membuat para fans kecewa dipegang oleh attack on titan. Bagi penggemar serial snk versi manga maupun anime pasti ankan sangat kecewa dengan hasil adaptasi live actionnya. Banyak sekali faktornya mulai dari segi pengambilan gambar hingga alur cerita yang terkesan ngawur.

Titik kekecewaan terbesar adalah dengan ditiadakannya kapten levi. Karakter levi malah digantikan dengan seorang nama baru yaitu shikishima. Padahal levi adalah salah satu karakter yang paling disukai didalam serial snk ini setelah main character dan lainnya.

Daya tarik dari movie ini mungkin hanya animasi titannya saja yang sangat memukau. Selebihnya memang sangat mengecewakan. Bahkan kecenderungan adaptasi live action dari anime shingeki no kyojin ini sangat terlihat pada film keduanya. Dimana studio yang memproduksi film ini mendapatkan sangat sedikit keuntungan dari live action snk.

Adaptasi Live Action Tokyo Ghoul Yang Enggak Banget

Selanjutnya adalah film live action dari Tokyo ghoul. Kehadiran serial Tokyo ghoul sendiri memang sangat mengguncang dunia animasi pada kala itu. Cerita yang kelam namun dihiasi oleh romansa mampu menarik sejumlah penonton untuk menyaksikan serial ini sampai beres.

Tapi tampaknya hal serupa tidak bisa didapatkan oleh adaptasi live action. Karena kecenderungan adaptasi live action dari anime Tokyo ghoul sendiri tidak begitu disukai oleh para penggemar manga dan animasi darinya. Penyebabnya tentu saja karena karakter ken kaneki yang diperankan terlihat tidak begitu bisa menunjukan aksi terbaiknya.

Kesuksesan dari serial anime tidak bisa begitu saja menjamin adaptasi kedalam live actionnya akan juga sukses. Sepertinya para produsen belum memahami permintaan pasar industri perfilman khususnya untuk anime ini. Mereka lebih terkesan terburu-buru dalam proyek pembuatan adaptasi live actionnya.

Dragon Ball Memiliki Kecenderungan Adaptasi live Action Dari Anime Yang Gagal Total

Dragon ball adalah anime dan manga legendaries yang sampai sekarang masih terus diproduksi serialnya. Sangat disayangkan beberapa tahun kebelakang adaptasi dari live actionnya justru membuahkan berbagai cibiran dari para fans dan juga kritikus.

Bahkan serial legendaries seperti dragon ball saja masih bisa memiliki image buruk ketika diadaptasi kedalam live action. Maka tidak heran jika live action ini seringkali tidak diharapkan oleh beberapa fans dari anime itu sendiri. Karena fakta membuktikan kerap kali studio yang memproduksi beberapa serial anime tidak berhasil menggambarkan setiap scene dari animenya dengan baik.

Lantas masihkah ada harapan untuk studio terkemuka dalam menggarap live action anime?. Memang kecenderungan adaptasi live action dari anime tidak bisa dipandang begitu enteng. Mengingat sudah banyak kekecewaan yang diderita oleh para fans setia serialnya.

Lupin 3 Kesalahan Sinematografi

Lupin 3 pernah dijadikan sebuah live action pada tahun 2014 silam. Uniknya setiap pemeran dari karakter didalam film ini telah menunjukan performa maksimal. Tapi sayangnya ada saja hal yang dapat membuat image live action selalu buruk. Seperti sudah menjadi sebuah kutukan bagi para produser film yang menggarap anime kedalam movie live actionnya.

Serial lupin ini memang cukup disukai karena main characternya yang kocak tapi cerdas. Shin ogura berhasil dengan baik memerankan lupin ini. Hanya saja sinematografi dalam pengambilan gambar film ini saja yang buruk.

Ghost In Shell Panggung Scarlett Johansson Yang Gagal Total

Ternyata menggandeng seorang artis papan atas seperti Scarlett Johansson tidak menjamin hilangnya kecenderungan adaptasi live action dari anime menjadi buruk. Dengan perannya yang maksimal didalam film ghost in shell tetap saja dating berbagai kritikan pedas.

Alasan utamanya karena cerita didalam film ini yang begitu diringkas dan simple. Sedangkan dalam serial aslinya alur dari anime ini sangatlah kompleks dan memukau. Tapi menurut saya film ini masih sangat layak untuk ditonton karena CG yang memukau dan keren.

Avatar The Last Airbender

Tentu buat kalian yang besar tahun 2000an sudah gak asing dengan serial ini. Sayangnya lagi-lagi pada tahun 2010 ambisi studio Hollywood dalam menggarap live action dari anime ini harus menderita berbagai cibiran. Memang unik klise dari kecenderungan adaptasi live action dari anime selalu buruk.

Ekspektasi dari para fans didalam serial avatar dikandaskan begitu saja ketika movie ini beredar dipasaran. Gilanya adaptasi live action dari avatar ini sampai-sampai mendapatkan penghargaan film terburuk dalam Razzie Awards.

Kite Anime Penuh Pesan Yang Malah Berubah Jalur

Kite sendiri merupakan sebuah anime pada tahun 1998. Dimana kala itu serial ini tayang dalam 2 episode saja dengan masing-masing durasi 30 menit. Anime ini sendiri penuh dengan pesan moral tentang human trafficking dan kekerasan seksual.

Tapi memang fakta kecenderungan adaptasi live action dari anime tidak lepas dari kite versi movienya. Malah beberapa penonton dari anime kite berpendapat bahwa. Live action dari anime ini sangat diluar jalur dan tidak memasukkan sedikitpun cerita original kedalamnya.

Studio maupun pemeran dari sebuah adaptasi live action anime tampaknya belum bisa membuat kesuksesan yang besar. Bahkan talenta seperti Scarlett dan Shin juga masih bisa tersia-siakan saat beradu berada didalam movie live action anime ini.

Akankah pada tahun ini paradigma kecenderungan adaptasi live action dari anime yang selalu buruk dapat dipatahkan. Dengan kehadiran sederet adapasi anime lainnya?. Mari kita tunggu saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *